Beranda Ragam Rekrutmen Perangkat Desa Bialo Disorot

Rekrutmen Perangkat Desa Bialo Disorot

Senin, 6 Juli 2020, 18:52 WITA

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Proses rekrutmen perangkat desa Bialo, Kecamatan Gantarang, disorot. Kepala desa Bialo diduga tidak netral dalam proses rekrutmen.

Kepada Radar Selatan, Sarjono, yang ikut dalam rekrutmen perangkat desa, menjelaskan terdapat kejanggalan dalam proses seleksi, dimana tahapan dihentikan tanpa alasan yang jelas. Bahkan, tes tertulis yang awalnya telah diselenggarakan pada Kamis 18 Juni 2020, tiba-tiba dianulir sehingga tes kedua yakni tes komputer hingga kini belum dilaksanakan.

“Kami menduga ada yang bermain, Pak Desa tiba-tiba membatalkan sepihak entah apa alasannya, yah sarat dipolitisasi. Bukan saya saja yang protes tapi ada beberapa warga yang mendaftar, kan kami daftar 13 orang, sisa 7 orang yang ujian, “jelasnya. Senin 6 Juli 2020.

 Tak hanya itu, lokasi ujian yang seharusnya dilaksanakan di Kantor Desa atau di Kantor Kecamatan, justru dilaksanakan di Gedung Kampus STKIP Muhammadiyyah, yang secara tidak langsung tidak memiliki ikatan dengan pemerintahan.

“Kita ini kan bukan mau ujian untuk mendapatkan nilai IPK, tapi ini pemerintahan, kan tidak nyambung, ada apa ini?,”ketusnya.

Olehnya, pihaknya berharap agar proses rekrutmen kembali dikanjutkan tanpa menganulir hasil tes awal yang telah dilaksanakan. Pasalnya, jika ini diulang, akan ada mosi tidak percaya dari masyarakat terhadap pemerintah desa.

“Masalah ini sudah kami laporkan ke kecamatan, kami harap ini diproses,”harapnya.

Kepala Desa Bialo, Miftahuddin Saleh, menerangkan jika tuntutan waga tidak berdasar. Ia menegaskan jika proses yang dilakukan tidak keluar dari prosedur yang berlaku.

“Benar ada yang masuk tadi surat tuntutannya itu tapi tidak kuat dasarnya malahan ada statemen yang tidak sesuai yang bisa mencemarkan nama baik saya, nanti saya adakan pendekatan persuasif ke mereka, kasian juga mereka belum terlalu mengerti aturannya,”terangnya.

Terpisah, Camat Gantarang, Andi Ukke mengaku jika pihaknya sudah  bersurat minggu lalu ke panitia desa untuk melanjutkan tahapan.

 “Jadi tinggal tes komputer dan wawancaranya,jadi sekrang panitia kami serahkan untuk melanjutkan kedua test itu, saya  menyampaikan ke panitia,harus membuat surat pernyataan yang menyatakan apa alasan sehingga tes tertulis harus diulang sebagai  bentuk pertanggungjawaban ke peserta karena surat yang  saya keluarkan untuk melanjutkan tahapan selanjutnya,”paparnya.(faj).