RI Masuk Negara dengan Tingkat Tes Corona Terendah di Dunia

JAKARTA, RADAR SELATAN — Indonesia dianggap menjadi salah satu negara dengan tingkat pengetesan virus corona (Covid-19) terendah di dunia. Berdasarkan data referensi statistik Worldometer per Rabu (8/4), Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia ini baru melakukan tes terhadap 14.354 warga.

Data itu menggambarkan bahwa hanya 52 orang yang menjalani tes corona dari setiap satu juta warga Indonesia. Jumlah tersebut sangat timpang dengan total populasi penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa.

Angka pemeriksaan yang rendah itu pun dinilai sejumlah pihak mengejutkan mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat Gross Domestic Product (GDP) tertinggi di Asia Tenggara. Jumlah GDP kerap dijadikan patokan standar hidup sebuah negara.

Sementara itu, angka pemeriksaan corona Djibouti, salah satu negara kecil di Afrika Timur, bahkan lebih tinggi dari Indonesia. Negara itu sejauh ini telah melakukan tes Covid-19 terhadap 2.229 warga. Populasi penduduk Djibouti tidak sampai satu juta orang.

Selain Indonesia, beberapa negara juga memiliki angka pemeriksaan corona terendah. Papua Nugini sejauh ini baru melakukan tes terhadap 72 orang dari total 8,9 juta warga.

Angka itu menggambarkan bahwa baru ada 8 dari satu juta warga Papua Nugini yang diperiksa corona. Sejauh ini, Papua Nugini tercatat memiliki dua kasus corona dengan nihil kematian.

Mauritania dan Mozambik juga masuk dalam daftar negara dengan angka pemeriksaan terendah yakni hanya 14 orang di antara satu juta warganya. Mauritania tercatat memiliki enam kasus Covid-19 dengan satu kematian, sementara tercatat ada 10 kasus corona di Mozambik per hari ini.

Tujuh negara lainnya dengan angka pemeriksaan corona terendah yakni Ethiopia berjumlah 20 orang, Haiti dan Myanmar masing-masing 23 orang, Nigeria 24 orang, Zimbabwe 25 orang, Bangladesh 26 orang, Zambia 34 orang, serta Bolivia 51 orang dari setiap satu juta warga masing-masing.

Sebagai perbandingan, Pakistan yang memiliki jumlah penduduk tidak jauh berbeda dengan Indonesia telah melakukan tes corona terhadap 42.159 warganya.

Jumlah tersebut menggambarkan bahwa 191 orang dari setiap satu juta warga Pakistan telah menjalani pemeriksaan corona.

Berdasarkan letak geografis, angka pemeriksaan corona Indonesia juga jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Sejauh ini, Singapura telah memeriksa 65.000 warganya. Itu berarti pemeriksaan dilakukan terhadap 11.110 orang dari setiap 1 juta warganya.

Sementara itu, Malaysia telah memeriksa 55.566 warga. Data itu menggambarkan bahwa 1.717 orang dari setiap satu juta warga Malaysia telah menjalani tes corona. (int)