Selamat Tinggal Harapan Muda dan Panti Pijat FC

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Laga pertama Turnamen Minisoccer RADAR SELATAN CUP I mempertemukan 57 FC melawan ATP FC, di Lapangan Bicari, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Rabu, 18 Maret 2020.
Di mana pada laga tersebut berhasil dimenangkan oleh 57 FC dengan skor 1 gol tanpa balas.
Kemenangan yang diraih 57 FC ini membuat tim tersebut berhasil melaju ke babak 16 besar, sebagai runner-up di grup A. Sebelumnya Pettarani FC lebih dulu memastikan tiket 16 besar sebagai juara grup A.
Laga kedua, Barombong FC memetik poin penuh atas Nangka FC pada laga kedua hari kesepuluh.
Gol kemenangan Barombong FC dicetak oleh pemainnya yang bernomor punggung 7 atas nama Fablo.
Gol Fablo menjadi satu-satunya gol pada laga tersebut.
Sementara itu laga yang mempertemukan Harapan Muda FC vs Panti Pijat FC berlangsung seru, walaupun langkah kedua tim tersebut sudah pasti terhenti di fase grup.
Setelah pluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Harapan Muda FC langsung mengambil alih serangan. Peluang demi peluang tercipta, namun lini belakang Panti Pijat FC mampu bermain solid dan mempertahankan skor kacamata hingga paruh waktu.
Pada babak kedua penguasaan bola masih didominasi oleh Harapan Muda FC, alhasil Subhan memecah kebuntuan dan membawa keunggulan 1 gol untuk Harapan Muda FC.
Unggul satu gol tidak membuat tim dari Desa Bukit Harapan ini mengendorkan serangan, hingga berbuah hasil Subhan berhasil mencetak gol keduanya.
Harapan Muda FC terus mendominasi serangan, hingga gol ketiga dan keempat tercipta lewat kaki Enal dan Fahrul.
Kemenangan telak Harapan Muda FC ini menjadi hadiah sekaligus merupakan laga perpisahan mereka di Turnamen Minisoccer RADAR SELATAN.
Pada laga terakhir mempertemukan antara Toddopuli FC melawan TSY Squad.
Laga berlangsung seru, tempo tinggi dan saling menyerang satu sama lain. Walaupun tidak tercipta sebijipun gol hingga turun minum.
Pada babak kedua tempo permainan tidak berubah. Melalui serangan umpan dari kaki ke kaki, Daus pemain Toddopuli FC berhasil membawa keunggulan 1 gol untuk timnya.
Skor satu gol ini membuat pertandingan semakin seru, bahkan pertandingan sempat memanas akibat perseteruan yang terjadi di tengah lapangan. Namun perseteruan tersebut berhasil diredam berkat ketegasan wasit yang memimpin pertandingan.
Permainan berlanjut, situasi masih sama. Permainan keras antar kedua tim terus terjadi, hingga pelanggaran keras yang dilakukan oleh salah satu pemain dari TSY Squad membuat ia diganjar kartu kuning kedua alias kartu merah.
TSY Squad harus bermain hanya dengan 6 pemain, untuk mengejar ketertinggalannya atas Toddopuli FC.
Unggul satu pemain, Toddopuli FC tidak berhasil menggandakan keunggulan. Skor kemenangan 1 – 0 untuk Toddopuli FC bertahan hingga akhir. (ewa/has