Selayar Desak PLN UP3 Bulukumba Penuhi Layanan Listrik 24 Jam di Pulau Pasi Gusung

by
PENINGKATAN PELAYANAN. Asisten Administrasi Setda Kepulauan Selayar, Dahlul Malik (tengah) memimpin rapat Peningkatan Pelayanan PLN Desa Kahu-kahu dan Desa Bontoburusu. Kepala PLN Area Bulukumba Yuswasyuti tampak hadir di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar, pekan lalu.

SELAYAR, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID — Pemda Kepulauan Selayar mengharapkan dukungan optimal dan upaya nyata dari pihak PT. PLN UP3 (Unit Pelakssana Pelayanan Pelanggan) Kabupaten Bulukumba dalam rangka percepatan pemenuhan Layanan Listrik 24 Jam di Desa Bontoborusu dan Desa Kahu-kahu.

Disamping kebutuhan listrik untuk masyarakat, ketersediaan daya listrik yang cukup di wilayah Pulau Pasi’ Gusung (Desa Kahu-kahu, Desa Bontoborusu dan Desa Bontolebang) ke depan, menjadi sangat penting mengingat pulau ini menjadi kawasan inti rencana Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Selayar yang akan ditetapkan pada tahun ini juga.

Asisten Administrasi Setda Kepulauan Selayar, Dahlul Malik menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat Peningkatan Pelayanan PLN Desa Kahu-kahu dan Desa Bontoburusu di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar, pekan lalu.

“Pembangunan ‘kabel laut’ yang diharapkan menjadi solusi oleh karena pembangunan ‘kabel tiang’ sepertinya terkendala dengan adanya kawasan Bandara Aroeppala yang jaraknya cukup dekat dengan kawasan Pulau Pasi’ Gusung,” terang, Dahlul Malik.

Menyikapi hal tersebut, Yuswasyuti dari PLN UP3 Bulukumba menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan kajian atau studi kelayakan untuk pembangunan ‘kabel laut’ dari Benteng ke Pulau Pasi’ Gusung. Menurutnya pembangunan kabel laut sejenis telah sukses dilakukan di beberapa tempat, seperti di Lombok, Bali dan lain-lain.

Yuswasyuti dalam keterangannya menjelaskan bahwa di Kabupaten Kepulauan Selayar telah ada 2 (dua) jaringan pada sistem kelistrikan yakni sistem Selayar dan sistem Pulau Pasi’. Untuk sistem Pulau Pasi’ memiliki Daya Mampu (DM) mesin sebesar 235 Kw, beban puncak 116 Kw, cadangan 119 Kw dengan jumlah pelanggan 638 rumah.

Meski demikian, dikutip dari risalah rapat koordinasi yang ditulis oleh Kabag. Ekonomi Setda Kepulauan Selayar Muhammad Arsyad, sejumlah masukan dan tambahan informasi dari peserta rapat dalam rangka upaya peningkatan layanan PLN 24 jam di Pulau Pasi’ khususnya di Desa Kahu-kahu dan Desa Bontoborusu yang sejak pemasangan jaringan sampai saat ini baru menyala 6 jam. Olehnya itu diharapkan ada kepastian kapan selesainya proses kajian yang dilakukan oleh pihak PLN, terkait kelayakan kabel laut.

Pemerintah desa masyarakat Desa Kahu-kahu dan Bontoborusu berharap adanya upaya khusus dari pihak PLN untuk pemenuhan layanan 24 jam, sembari menunggu proses kajian dan pembangunan kabel bawah laut. Terkait dengan masih rendahnya pelanggan, pemerintah desa menjamin bahwa setelah layanan listrik sudah 24 jam, maka semua warga berdasarkan KK yang ada di Desa Kahu-kahu dan Desa Bontoborusu akan menjadi pelanggan.

Masih dalam risalah rapat yang ditulis oleh Kabag Ekonomi bahwa hasil rapat koordinasi tersebut disimpulkan akan ada penyampaian tertulis dari pihak PT. PLN (Persero) UP3 Bulukumba kepada Pemda Kepulauan Selayar, terkait langkah dan upaya PLN untuk percepatan pemenuhan kebutuhan listrik di Pulau Pasi Gusung. Pihak Pemda Kepulauan Selayar akan menyampaikan soft file Konsep Master Plan KEK Pariwisata Selayar via email kepada pihak PLN UP3 Bulukumba sebagai salah satu bahan pertimbangan kelayakan pembangunan jaringan kelistrikan di Pulau Pasi’, serta berharap Tahun 2020 sudah dimulai tahap konstruksi kabel bawah laut menuju Pulau Pasi.

Sekadar dinfokan dalam rapat tersebut dihadiri oleh Manager PT. PLN (Persero) ULP Selayar, Kadis Perhubungan Andi Baso yang mewakili Kadis PMPTSPTK, pihak Bandara H. Aroeppala, Camat Bontoharu, Kades Kahu-kahu dan Kades Bontoborusu bersama BPD dan kadus dan tokoh masyarakat lainnya. (imm/has)

Loading...