Beranda Hot News Selayar Punya Batik Khas

Selayar Punya Batik Khas

Senin, 7 Oktober 2019, 16:25 WITA

SELAYAR, RADAR SELATAN — Upacara Bendera dalam rangka Hari Batik Nasional Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2019 berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin, 7 Oktober 2019 pagi.

Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Zainuddin bertindak sebagai Inspektur Upacara dengan Komandan Upacara Moh. Steven Sukarno dari Bappelitbangda. Sementara peserta upacara terdiri dari para asisten, para staf ahli, para pimpinan OPD dan unsur ASN lainnya serta para PTT.

Advertisement

Dalam upacara tersebut ditandai dengan penyerahan surat pencatatan ciptaan batik khas Selayar dari Kementerian Hukum dan HAM yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Zainuddin kepada perwakilan pemegang hak cipta Kadis Perindagkum Hisbullah Kamaruddin.

Surat pencatatan ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM merupakan perlindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan seni dan sastra berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta.

Ada sembilan nama tercatat dalam Surat pencatatan ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai pemegang hak cipta dengan jenis ciptaan seni motif, masing-masing adalah 1. Andi Astaf (judul ciptaan taman laut Selayar)
2. Abdul Rasyid (judul ciptaan taman dasar laut)
3. Syamsul Rijal (judul ciptaan palem Selayar diapit pohon kelapa)
4. Risal (judul ciptaan jembatan Benteng Selayar)
5. Andi Agus Fredita (judul ciptaan ikan layar)
6. Haris Fajar Arwadi (judul ciptaan Panrugu)
7. Muh. Ikhsan (judul ciptaan  tradisional Selayar kontemporer)
8. Muh. Rizal (judul ciptaan gong nekara jangkar raksasa)
9. Nur Ahmad (judul ciptaan Selayar natural hitam putih)

Wakil Bupati Kepulauan Selayar mengatakan kebutuhan tentang sandang (batik) merupakan karya agung bangsa Indonesia yang kini telah menembus pangsa pasar internasional. Zainuddin sebut saat ini telah mendapatkan pengakuan bahwa batik merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Menurut Wabup pakaian adalah menandakan kita berbudaya, dengan berpakaian membuat orang percaya diri.

“Batik jangan hanya berkembang di Jawa, tapi di semua daerah termasuk Selayar, karena ini adalah persoalan nasional,” kata Zainuddin. (imm/has)