Beranda Bulukumba Sempat Hilang Kontak, Warga Loka Diduga Korban Perdagangan Perempuan

Sempat Hilang Kontak, Warga Loka Diduga Korban Perdagangan Perempuan

Minggu, 12 Juli 2020, 7:26 WITA

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Salah seorang warga Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu inisial Sr dilaporkan sempat hilang kontak dengan keluarga. Korban diduga korban Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO. Saat ini Sr yang berprofesi sebagai guru honor dalam proses penjemputan oleh keluarga di Samarinda.

Kepala Dinas DP3A Bulukumba, Umrah Aswani menjelaskan, kejadian berawal pada Selasa 7 Juli lalu sekira Pukul 18.30 Wita. Saat itu korban meminta suaminya Ba untuk diantar ke rumah temannya berinisial Ar di Jl. M. Noor Kelurahan Loka untuk kajian keagamaan. Dihari yang sama pada Pukul 22.00 Wita Sr menghubungi adiknya Nu bahwa dia tidak bisa kembali.

“Dia bilang ke adiknya dia tidak usah ditunggu pulang karena mau berangkat ke Bintuni Papua bersama empat orang teman pengajiannya untuk mengajar di pondok di Bintuni Papua,” jelas Umrah, menceritakan kronologis kejadian seperti yang dilaporkan keluarga korban ke Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Anak dan Perempuan.

Melihat kronologis kejadiannya, Umrah menduga SR adalah korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dan korban ‘pencucian otak’. “Iya ini baru dugaan sementara, keluarga juga sudah melapor ke Polres. Sempat hilang kontak dengan keluarga, bahkan akun sosial media yang digunakannya juga sudah dihapus,” kata Umrah.

Bahkan suami SR kepada DP3A menceritakan, sikap korban yang berubah seminggu terakhir sebelum hilang kontak. “Dia bahkan sempat bilang ke suaminya kalau mau jihad,” bebernya.

Kejadian tersebut dibenarkan Lurah Loka, Hj. Najma. Informasi terbaru yang diperoleh pemerintah kelurahan, korban berhasil dilacak keluarga. Bahkan orangtua SR sudah berangkat untuk menjemput di Samarinda. SR ditemukan keluarga di pelabuhan saat turun dari kapal Pelni. Rencananya penjemputan dan pendampingan juga dilakukan DP3A setelah tiba di Pare-pare nanti. ***