Soal Dua Nelayan Sinjai Tenggelam di Perairan Dobo Maluku

  • Whatsapp
Plt Kadis Perikanan Sinjai drh. Aminuddin Zainuddin saat mengunjungi kediaman Amiruddin di Dusun Kahu-Kahu, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, didampingi Kades Sanjai, A. Muh Arsal, Selasa, 12 Mei 2020.
SINJAI, RADAR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Pelaksana tugas (Plt) Kadis Perikanan, drh. Aminuddin Zainuddin mengunjungi kediaman Amiruddin di Dusun Kahu-kahu, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Selasa, 12 Mei 2020.
Kunjungan ini dilakukan Plt Kadis Perikanan, lantaran dua orang nelayan asal Kabupaten Sinjai dikabarkan terjatuh hingga tenggelam di laut, setelah perahu milik Amiruddin yang ditumpanginya dihantam obak besar dan angin kencang di Perairan Dobo, Maluku.
Akibatnya, kedua korban yang merupakan warga Talle, Kecamatan Sinjai Selatan yang juga ABK dari perahu milik Amiruddin bernama Kamil dan Nasril hingga saat ini belum juga ditemukan.
drh. Aminuddin menjelaskan, dalam kunjungannya ini tidak lain sebagai bentuk perhatian Pemkab Sinjai sekaligus untuk mengetahui informasi mengenai peristiwa tersebut. Dimana dijelaskan, terdapat empat ABK yang ikut dalam penangkapan ikan di Perairan Dobo Maluku.
“Kita sudah mendapat kejelasan bahwa mereka berlima, dua diantaranya terjatuh ke laut dan belum ditemukan sampai sekarang,” ujarnya.
drh. Aminuddin menambahkan dari hasil penelusuran ke keluarga atau istri pemilik kapal (Amiruddin Red) bahwa peristiwa itu terjadi saat mereka sementara mencari telur ikan terbang dan dihempas ombak besar sehingga salah satu ABK bernama Kamil jatuh.
Di saat yang bersamaan, rekannya bernama Nasril yang melihat Kamil jatuh, langsung ikut terjun ke laut untuk menolong, namun naas Nasril ikut tenggelam dan terbawa arus.
Amiruddin pemilik perahu yang juga melihat kejadian ini, juga ikut terjun untuk menolong, tapi sayang jangkauannya tidak mampu meraih keduanya karena ombak yang begitu besar.
“Informasi dari istri pak Amiruddin saat ditelpon oleh suaminya, kalau dia (Amiruddin Red) sempat melompat juga, hanya saja gagal menyelamatkan, bahkan katanya dia juga nyaris terbawa arus. Beruntung ABK lainnya bisa menarik Amiruddin dengan tali sehingga selamat,” tambahnya.
Kejadian ini menyita perhatian Pemkab Sinjai, sehingga pihaknya akan menggali informasi mengenai kejadian ini. Termasuk mendatangi keluarga korban di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan. Kemudian berusaha untuk melakukan kontak dengan BPBD setempat untuk mengambil langkah selanjutnya.
“Kita akan usahakan mengambil langkah terkait kejadian ini. Kita doakan dan berharap kedua korban ini masih selamat dan keadaan hidup atau terdampar dimana,” harapnya.
Sementara itu, Rohani istri Amiruddin pemilik perahu mengaku informasi kejadian ini diterima langsung pada Minggu 10 Mei kemarin melalui sambungan telepon. Sedang peristiwa itu terjadi pada Jumat 8 Mei 2020.
“Nanti setelah bapaknya tiba di daratan hari Minggu kemarin, baru ditahu pak kalau ada kejadian seperti ini,” ucapnya.
Disebutkan keempat ABK yang ikut dalam perahu miliknya itu, masih ada hubungan keluarga.
“Ada lima orang pak sama suamiku, kalau yang empat ini diantaranya Nasril (korban), Kamil (korban), Ammang, dan Jumardi (menantu),” tuturnya.
Rohani berharap, pihak Pemerintah Kabupaten Sinjai bisa membantu dalam pencarian korban dan semoga ditemukan dalam keadaan selamat atau hidup. (mul/has
Penulis : | Editor :

Related posts