Staf Desa di Gowa Bantah Terima BST Kemensos

  • Whatsapp

 

GOWA, RADAR SELATAN — Winda Widiarti,  seorang staf desa di Desa Panciro, Kabupaten Gowa membantah kabar yang menyebutkan dirinya menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600.000 dari Kemensos RI untuk penanganan Covid-19.

Read More

Kabar tersebut sempat  tersebar luas di media sosial.  Winda Widiarti yang dikonfirmasi Radar Selatan dengan tegas membantah kabar dan berita yang menyebutkan bahwa dirinya telah menerima BST tersebut.

Menurutnya, kabar tersebut muncul lantaran namanya sempat muncul di data Kemensos sebagai penerima BST. Namun, ia berinisiatif untuk menyuruh pemerintah desa menghapus namanya dalam daftar tersebut.

“Kan ada istilahnya verifikasi data setiap ada bantuan. Setelah diverifikasi, nama saya sudah tidak muncul lagi. Karena memang saya menolak menerima bantuan tersebut,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2020.

Setelah kejadian itu kata Winda, dirinya dikagetkan dengan sebuah berita yang sudah menyebutkan namanya sebagai penerima BST. Bahkan, yang sangat disesalkan Winda, berita yang ditulis tersebut tanpa melalui konfirmasi kepada dirinya.

“Kemarin saya dikabarkan dan dibuatkan berita terkait nama saya yang muncul di data Kemensos sebagai penerimaan BST Rp600.000. Saya langsung bantah berita tersebut. Sebab, sampai hari ini bantuan tersebut tidak pernah saya terima karena memang saya tidak berhak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemberitaan yang menyebutkan namanya tersebut dinilai telah merusak nama baiknya.

Atas dasar itu, Winda kemudian bersama keluarganya melaporkan pemberitaan tersebut ke pihak penyidik Polres Gowa pada Minggu, 10 Mei 2020 lalu.

“Itu hari pertama saya melapor. Hari Rabu kemarin saya juga telah memenuhi panggilan dari penyidik Polres Gowa terkait kasus ini,” jelasnya.

Winda pun menambahkan, alasan ia bersama keluarganya melaporkan pemberitaan tersebut sebagai jalan tengah agar dikemudian hari hal serupa tidak kembali terjadi.

“Saya dan keluarga sebenarnya menunggu itikad baik dari orang yang menulis berita tersebut. Apalagi kami sudah memberikan hak jawab terkait fakta yang sebenarnya. Tapi hingga saat ini belum ada permohonan maaf dari orang tersebut baik lisan maupun tulisan,” ujarnya. (hendra)

 

 

Penulis : | Editor :

Related posts