Tersangka Tahura Dipindahkan ke Lapas Makassar

by

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Kasus penjualan Taman Hutan Raya (Tahura) seluas 41,2 hektare di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba memasuki babak lanjutan. Tiga tersangka telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar.

Tiga orang tersangka dalam kasus dugaan Korupsi penjualan Taman Hutan Raya (Tahura) di Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari itu yakni mantan Camat Bontobahari
Abbas Mustari, Muh. Najis dan Muh. Usman.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Bulukumba, Andi Thirta
Massaguni yang dikonfirmasi mengatakan, jika ketiga tersangka akan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Gunung Sari Makassar, untuk mengikuti persidangan di PN Makassar.

”Ini sudah tahap dua, pelimpahan berkas dan tersangka ke PN Makassar, kita titipkan mereka di Lapas Gunung Sari, Makassar,” kata Andi Thirta, Senin, 11 November 2019.

Dalam kasus Tahura ini, Kejaksaan kata Thirta menjerat para tersangka pasal dua dan tiga, serta pasal penyuapan UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

”Ada beberapa pasal yang kita serahkan, ini merupakan alternatif, jika beberapa pasal yang nantinya tidak kena. Berkasnya sudah rampung, sisa menunggu jadwal sidangnya,” katanya.

Sebelumnya, pada penetapan tersangka kasus penjualan Tahura Bulukumba beberapa waktu lalu, satu unit mobil Toyota Yaris milik Muh. Usman nomor polisi DD 234 ZW berwarna merah turut disita Kejaksaan Bulukumba.

Mobil tersebut milik Usman yang diduga kuat merupakan hasil dari pembayaran penjualan tahura dari pedagang sebesar Rp 3 miliar. (faj/has)

Loading...