Beranda Bulukumba Tipikor Berupaya Tuntaskan Kasus Korupsi

Tipikor Berupaya Tuntaskan Kasus Korupsi

Kamis, 8 Agustus 2019, 18:50 WITA
PRESS RILIS. Kanit Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Ahmad Fatir saat press rilis kasus korupsi, Kamis, 8 Agustus 2019.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Polres Bulukumba melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sedang memproses tiga kasus korupsi. Dua kasus diantaranya yakni Proyek Jembatan Bialo dan ADD Desa Kindang yang masih tahap penyelidikan.

Sedangkan satu kasus korupsi yang sudah tahap penyidikan yakni korupsi TIK. Kanit Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Ahmad Fatir menjelaskan, pada dasarnya proses penyidikan sudah selesai tinggal penyerahan tersangka ke Kejaksaan Negeri Bulukumba. Hanya saja hal itu terkendala lantaran tersangkanya yang saat ini masih buron sejak tahun 2017.

Advertisement

“Untuk kasus TIK upaya maksimal sudah dilakukan pihak kepolisian namun tersangka Haji Arifuddin hingga saat ini sangat sulit untuk diringkus, tapi kami tetap berusaha dengan melibatkan semua lini, tersangka lain yakni Muh Ajis, yakni PPK Dinas Pendidikan saat itu,” ungkap Fatir, dalam press rilisnya, Kamis, 8 Agustus 2019.

Lanjut Bripka Fatir, kasus yang masih tahap penyelidikan adalah kasus Dana Desa Kindang tahun anggaran 2017 – 2018 dimana dugaan korupsi dilakukan oleh oknum dengan item pekerjaan pembangunan gedung TK dan lapangan sepakbola.
“Untuk total anggaran Dana Desa Kindang selama dua tahun sebesar Rp 1,5 miliar rupiah, yang sudah kita periksa tim pengelola, bendahara dan Sekretaris desa sedangkan kepala desa baru akan dilakukan pemanggilan,” jelasnya.

Selain kasus dana desa, kasus Jembatan Bialo tahun 2017 juga sementara dalam lidik pihak Tipikor dan saat ini sudah tahap pertama dengan anggaran lebih Rp 10 miliar. “Untuk sementara pihak Tipikor belum memastikan letak kesalahan karena butuh ahli konstruksi karena nanti ahli yang menentukan ini bermasalah atau tidak,” tambahnya.

Sedangkan di tahun 2019, kasus korupsi yang sudah selesai lidik yakni cor beton PPI Bontobahari dengan lima tersangka dengan jumlah kerugian negara lebih dari 783 juta rupiah dan uang yang berhasil diselamatkan dalam artian pengembalian oleh para tersangka lebih dari 683 juta rupiah. (faj/has)