Tujuh Poin Langkah Strategis Hasil Rapat Tim Gugus Covid-19 Bulukumba

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto bergerak cepat begitu diberi amanah memimpin rapat Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Bulukumba. Ada tujuh poin hasil rapat yang disimpulkan pada Kamis, 25 Juni 2020.
Berikut tujuh poin langkah strategis hasil rapat bersama Wabup Tomy Satria Yulianto:
1. Gugus Tugas tidak terfokus pada aspek atau tindakan tracing kontak dan pemeriksaan swab, akan tetapi melakukan upaya komprehensif untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
2. Gugus Tugas sudah harus memetakan sasaran berdasarkan tugas dan fungsi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pencegahan penularan Covid-19 dan masing-masing OPD terlibat dan berkonsentrasi dalam bidangnya sehingga tugas tersebut dapat terdistribusi dan tidak terkonsentrasi pada Dinas Kesehatan termasuk dalam pengalokasian anggaran.
3. Perlu melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan anggaran yang telah di distribusi melalui refocusing dan realokasi APBD 2020, sejauhmana efektivitas dan serapan anggarannya.
4. Pembatasan bersyarat terhadap aktivitas masyarakat perlu dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat dibarengi dengan pemberian sanksi.
5. Perlu segera dibuat/disusun aturan/regulasi daerah yang mendasari pemberlakuan sanksi bagi masyarakat atau pelaku usaha serta pihak-pihak yang tidak mengindahkan penerapan protokol kesehatan, termasuk kepada pengurus masjid.
6. Dalam penerapan protokol kesehatan maka OPD terkait harus dapat mengawal berdasarkan bidang tugas masing-masing. Terkait hal ini maka masing-masing OPD menyusun kerangka tugas dan Standar Operasional Prosedur, serta membuat edaran Bupati sesuai dengan tugas dan fungsi , sesuai kewenangan dan urusan masing-masing.
7. Pembatasan bersyarat akan dilaunching/deklarasikan yang ditandai dengan penandatanganan maklumat bersama dan selanjutnya menjadi komitmen untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan pembatasan bersyarat dengan penerapan protokol kesehatan , dan akan diterapkan selama 14 hari setelah dilaunching untuk melihat trend perkembangan kasus di Kabupaten Bulukumba.

***