UMB Wisuda Pertama, Tomy : Alumni Tidak Boleh Kehilangan Jati Diri

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Sebanyak 171 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) mengikuti wisuda sarjana tahun akademik 2019/2020 di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus II UMB, Selasa 17 Maret 2020. Ini adalah wisuda pertama sejak kampus ini berubah nama menjadi UMB.

Para wisudawan dan wisudawati ini awalnya masuk sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah, namun lulus sebagai alumni atau sarjana pendidikan UMB. Diketahui perubahan nama perguruan tinggi ini dilakukan sejak 30 Juni 2019.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba Jumasse Basrah mengatakan, wisuda ini adalah wisuda pertama Universitas Muhammadiyah Bulukumba sejak terbentuk.”Wisuda kali ini memiliki nilai historis tersendiri karena wisuda tahun lalu adalah wisuda terakhir STKIP. Sedangkan wisuda tahun ini adalah wisuda angkatan pertama Universitas Muhamadiyah Bulukumba,” kata Jumasse dalam pengantarnya yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Dalam sambutannya, dia pun menyampaikan kembali sejarah perjuangan proses perubahan nama perguruan tinggi pertama di Bulukumba yang berstatus universitas tersebut. Dikatakannya bahwa UMB telah membina delapan program studi yang terdiri dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Non Formal. Selanjutnya Fakultas MIPA dan Sains dengan Program Studi Peternakan, Kimia serta Aktuaria,  serta Fakultas Teknik dengan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.

Sementara itu Wabup Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang menghadiri wisuda menyampaikan, sejarah telah diciptakan persyarikatan Muhammadiyah karena telah melahirkan universitas pertama di Bulukumba. Dalam rentang yang tidak terlalu lama juga, UMB  pun telah melahirkan wisudawan atau alumni-alumni terbaik yang akan berkonstribusi bukan hanya untuk Bulukumba tapi untuk Sulawesi Selatan dan Indonesia.

Dengan perubahan status perguruan tinggi tersebut, Tomy mengharapkan ada perubahan paradigma berpikir perilaku bagi civitas akademik dan para lulusan UMB. “Mudah-mudahan wisuda angkatan pertama ini memberikan semangat baru bagi seluruh elemen dan pemangku kepentingan. Untuk memberikan kepercayaan kepada UMB dalam mendidik generasi-generasi terbaik Bulukumba,” pinta Tomy.

Wisuda angkatan pertama ini, lanjut Tomy memiliki tanggungjawab secara pribadi dan kolektif. Bahwa para wisudawan adalah lulusan yang memiliki kapasitas untuk terjun di masyarakat. Sehingga angkatan berikutnya dapat menilai bahwa kuliah di UMB adalah pilihan yang terbaik dibanding perguruan tinggi lainnya.

“Jadi setelah lulus di UMB ini, adik-adik sekalian tidak boleh gamang dan kehilangan jati diri. Ttdak boleh puas dengan pencapaian gelar sarjana karena ada tanggungjawab moral untuk memberikan hal positif di masyarakat Kabupaten Bulukumba,” beber Tomy.

Tomy juga memanfaatkan kesempatan tersebut menyampaikan kebijakan pemerintah terkait pencegahan dan penanganan virus Corona atau Covid 19 yang saat ini merebak dan  sudah menjadi penyakit pandemik di dunia. Meski meresahkan, namun Covid 19 kata Tomy memberikan inspirasi baru bagi dunia akademik untuk melahirkan inovasi-inovasi baru seperti formulasi pembelajaran secara daring (dalam jaringan internet) yang mungkin dulu belum menjadi skala prioritas.

Pada momentum tersebut, pihak civitas akademik UMB mengumumkan tiga mahasiswa lulusan terbaik. Pertama, Suci Amaliah nilai IPK 4.00 dari program studi Pendidikan Biologi. Kedua Andi Asmawati, IPK 3.98 dari program studi Pendidikan Biologi. Ketiga, Nurazisa IPK 3.97 dari program studi Pendidikan Non Formal. (rdr)