Wagub Sulsel Kunker di Bulukumba

BULUKUMBA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID — Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bulukumba. Wagub tiba di Bulukumba diterima di rumah jabatan Bupati Bulukumba, Sabtu, 16 Maret 2019 sekira pukul 13.00 wita.
Dari rumah jabatan, Wagub bersama rombongan yang didampingi Bupati AM. Sukri Sappewali dan Kadis Pariwisata Ali Saleng melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Tanjung Bira. Di kawasan ini, Wagub meninjau pengembangan obyek wisata baru Titik Nol Sulawesi.
Malamnya, Wagub melakukan ramah tamah bersama dengan jajaran Pemkab Bulukumba dan para tokoh masyarakat di Hakuna Matata Resort Tanjung Bira.

Bupati Bulukumba AM. Sukri Sappewali menyebut kedatangan Wagub Sulsel untuk mensinkronisasi program pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang akan dilaksanakan ke depan. Jangan sampai, kata AM. Sukri program pemprov tidak cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Bulukumba.

“Nah ini kita mencoba sharing dan verifikasi apa kebutuhan yang sebaiknya didukung oleh pemprov. Jangan nanti sudah dibangun lalu bertanya apa manfaatnya,” bebernya.

Senada disampaikan bupati, wagub menyatakan pembangunan harus tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan.
Menurutnya dalam membangun itu harus fokus, tuntas, efektif dan efisien. Kalau efisien saja, belum tentu efektif dan belum tentu tepat sasaran. Jangan sampai sudah efektif dan efisien tapi tidak tuntas, atau banyak dibangun tapi tidak ada yang selesai.

“Tapi kalau pembangunan jalan aspal semua pasti sepakat bahwa itu sangat berguna, begitu juga irigasi untuk mengairi sawah maka yakin pasti itu bermanfaat, tidak ada pertentangan di dalamnya,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya ketika bergeser ke obyek wisata misalnya, maka harus berpikir matang-matang dalam berhitung, karena harus efektif, efisien dan tuntas, serta paling penting harus mengandung nilai komersil di dalamnya.

“Makanya saya sering datang ke daerah untuk menjaga perencanaan dengan aktualita atau realitas yang ada di lapangan. Olehnya itu sinkronisasi perencanaan di kabupaten dan provinsi sangat penting,” imbuhnya. (jar/has)