Wakil Bupati Tegaskan Jangan Main-main dengan Data Orang Miskin

 

SINJAI, RADAR SELATAN — Wakil Bupati Sinjai, Hj. Andi Karti Ottong,  SP MSP, menegaskan kepada aparat desa,  Dinas Sosial dan seluruh pihak agar tidak main main dengan data orang miskin.  Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati saat menyerahkan bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada keluarga miskin di Desa Saotengnga, Sabtu (25/4/2020).

Menurutnya sesuai data yang diterima, para penerima ini ada beberapa yang sudah masuk kategori mampu.  “Karena saya tau persis kondisi disana jadi saya tau ada yang punya mobil malah dapat bantuan sembako,” ungkapnya.

Dia juga menyayangkan penyerahan yang dilakukan dengan mengumpulkan para penerima bantuan di kantor desa.  Menurutnya ini tidak efektif karena para penerima tidak ketahuan secara langsung kondisi rumahnya.  “Kedepannya tidak perlu lagi pembagian seperti ini,  tapi langsung ke rumah masing masing supaya ketahuan kondisi kehidupannya. Kalau seperti ini kita tidak tau mereka punya mobil tapi malah menerima bantuan sembako, “sarannya.

Ini yang perlu kita benahi karena jelas ini akan menimbulkan kecemburuan sosial karena memang bantuan menjadi tidak tepat sasaran.

Saya sangat yakin data yang digunakan ini masih data lama.  datanya yang tidak akurat. “Data puluhan tahun lalu masih digunakan,  bagaimana tidak kacau ini penerimaan bantuan kalau masih pakai data seperti ini,”  tegasnya.

Dalam kunjungannya di Sinjai tengah,  Wakil Bupati juga menemukan kasus dimana sekertaris Desa Gantarang juga tercatat sebagai penerima bantuan sembako dari Pemprov.  Saat dikonfirmasi oleh Wabup,  Sekdes ini mengaku tidak tau tiba tiba namanya masuk dalam daftar penerima sembako.  Namun dia mengaku kepada Wakil Bupati,  akan mengalihkan bantuan tersebut kepada yang berhak.  Namun Wakil Bupati menyarankan agar menolak bantuan tersebut sehingga data bisa diupdate.  “Jangan sampai ini dibiarkan sehingga data ini kemudian yang digunakan selanjutnya, “.

Di Desa Saotengnga dari 11 keluarga miskin yang diperuntukkan hanya 10 yang menerima karena satu orang meninggal dunia dan tidak ada ahli waris.

“Ini penting kita update datanya jangan sampai sudah meninggal masih tercatat sebagai penerima sementara masih banyak yang lebih berhak yang tidak mendapatkan bantuan,” katanya.

Di akhir kunjungannya di Sinjai tengah Andi Kartini berpesan agar semua pihak berperan aktif dalam pendataan ini.  Masyarakat, organisasi sosial dan pers diminta untuk berperan aktif dalam pendataan ini agar masyarakat penerima bantuan tepat sasaran.

Dikatakannya,  dimasa pandemi virus covic 19 ini, mari kita bersama sama meningkatkan kepekaan sosial,  perhatikan sekeliling kita,  berikan bantuan kepada yang berhak. (rdr)