Kepala DP2KUKM Bulukumba: Ayo Berkoperasi untuk Mendukung Program Revolusi Mental

  • Bagikan
Kepala DP2KUKM Bulukumba saat memimpin apel peringatan hari koperasi nasional, di Kantor DP2KUKM Bulukumba, Selasa, 12 Juli 2022

BULUKUMBA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID -- Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DP2KUKM) Kabupaten Bulukumba menggelar Apel peringatan Hari Koperasi Nasional 2022 ke-75 di halaman Kantor DP2KUKM, Selasa, 12 Juli 2022.

Kepala DP2KUKM Bulukumba, Munthasir Nawir, yang memimpin langsung jalannya apel yang diikuti seluruh pegawai DP2KUKM dan dewan pengawas koperasi.

Dalam sambutannya Munthasir Nawir mengungkapkan, Hari Koperasi Nasional 2022 ke-75 menjadi momentum bagi transformasi koperasi dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, lanjut Munthasir Hari Koperasi Nasional 2022 mengangkat tema "Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan".

Tidak hanya tema, menurut Acil sapaan Munthasir Nawir, tagline Hari Koperasi Nasional 2022 yaitu Gerakan Ayo Berkoperasi dalam rangka mendukung Program Revolusi Mental.

"Tagline ini bertujuan untuk mengembalikan orientasi pembangunan ekonomi dengan pengarusutamaan koperasi sebagai badan usaha yang mewadahi aktifitas ekonomi masyarakat khususnya di Kabupaten Bulukumba," terangnya.

Selain menggelar apel, DP2KUKM Bulukumba bersama Dewan Pengawas Koperasi rencananya akan menggelar penilaian koperasi di koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Untuk diketahui, koperasi di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Patih R. Aria Wiria Atmaja pada tahun 1896. Hal tersebut dicetuskan karena melihat banyaknya pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga terlalu tinggi dari rentenir pemberian pinjaman uang.

Sehingga, Patih mendirikan bank untuk para pegawai negeri yaitu koperasi kredit dengan mengadopsi sistem yang ada di Jerman.

Sewaktu mengunjungi Jerman, asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode, merespon tindakan Patih R.Aria Wiria, De Wolffvan Westerrode di mana ia menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan, dan Pertanian.

Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia, hal ini juga didorong sifat orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan prinsip koperasi.

Bahkan, untuk mengansitipasi perkembangan ekonomi yang berkembang pesat pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian.

Sementara, peringatan Hari Koperasi Nasional dimulai pasca Indonesia Merdeka yaitu pada tanggal 12 Juli 1947. Saat itu, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya.

Melalui kongres koperasi pertama itu kemudian ditetapkan Hari Koperasi Indonesia. Putusan tersebut juga membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.

Bapak koperasi Indonesia adalah Moh. Hatta. Ia mengusulkan didirikannya 3 macam koperasi pada kongres tersebut, antara lain koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai.

Selanjutnya, koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan), serta koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.

Bung Hatta sendiri mengatakan bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya bukan mencari laba atau keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi. ***

  • Bagikan

Exit mobile version