Soal Permintaan Sapi Qurban di Bulukumba, Dinas Anggap Tinggi, Peternak Sebut Rendah

  • Bagikan

BULUKUMBA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID -- Menjelang pelaksanaan hari raya Idul Adha 1444 Hijriyah/ 2023 Masehi Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan (DPKPP) Bulukumba memastikan ketersediaan hewan qurban di Kabupaten Bulukumba.

Berbagai persiapan yang dilakukan oleh DPKPP dalam menjamin ketersediaan hewan yang layak diqurbankan pada Idul Adha ini.

Kepala DPKPP Bulukumba, Thayeb Maningkasi mengatakan bahwa salah satu yang dilakukan adalah mengantisipasi ketersediaan hewan yang dapat diqurbankan.

Karena, kata Thayeb, permintaan hewan qurban tidak hanya dari dalam klKabupaten Bulukumba, tetapi juga banyak permintaan dari luar kabupaten.

"Untuk saat ini banyak permintaan dari luar daerah, ada permintaan dari Provinsi Kaltara," ungkap Thayeb saat dikonfirmasi RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID, Minggu, 11 Juni 2023.

Selain mempersiapkan ketersediaan, hewan yang akan diqurbankan harus dijamin sehat atau terhindar dari penyakit serta paparan virus.

Upaya yang mesti dilakukan dalam pencegahan penyakit terhadap hewan qurban antar lain, pemberian nutrisi yang baik.

Selanjutnya, biosekuriti atau keamanan lingkungan sekitar hewan, serta melindungi hewan dari infeksi virus dengan vaksinasi.

Sementara itu, berbeda dengan yang dikatakan oleh Kepala DPKPP Bulukumba, salah seorang peternak justru mengeluhkan kurangnya permintaan hewan qurban.

Subhan salah seorang peternak sapi dari Dusun Bontonyeleng, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang, mengungkapkan bahwa saat ini permintaan hewan qurban belum banyak.

Menurut Subhan, permintaan hewan qurban di peternakannya saat ini lebih rendah dibandingkan momentum Idul Adha tahun lalu.

"Kalau tahun lalu (2022, red) tiga sampai dua minggu menjelang Idul Adha itu sudah banyak yang laku, tapi saat ini baru dua ekor yang keluar," kata Subhan.

Menurut Subhan salah satu faktor kurangnya pembeli tahun ini karena naiknya harga hewan ternak.

"Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada kenaikan harga, naiknya itu 1 juta sampai 2 juta per ekor," urai Subhan.

Saat ini harga sapi qurban lokal di kisaran 11 juta sampai 25 juta per ekornya, tergantung bobot dari sapi tersebut.

"11 juta itu ukuran 60 kilogram daging, kalau yang 20 juta ke atas sudah ukuran 100 kilogram ke atas," papar Subhan.

Subhan mengungkapkan bahwa untuk memasarkan sapi ternakanannya, ia memanfaatkan sosial media. Selain itu juga melalui relasi pertemanan.

Karena masih rendahnya permintaan, Subhan berharap agar pemerintah mampu memfasilitasi pasar kepada peternak lokal yang ada di Kabupaten Bulukumba. (ewa/has/B)

  • Bagikan

Exit mobile version