Rp 30 Miliar untuk Rampungkan Jembatan Bialo

  • Bagikan

BULUKUMBA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID -- Pembangunan Jembatan Bialo yang sempat terhenti akan kembali dilanjutkan tahun ini. Jembatan yang bakal menjadi akses alternatif ini dianggarakan sebesar Rp 30 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf saat Dzikir Akbar Akhir Tahun di Top Floor Gedung Satap Bulukumba, Minggu, 31 Desember 2023. Dikatakan, pemerintah daerah telah memutuskan untuk melanjutkan pembangunan jembatan yang telah dimulai sejak 2019 lalu.

"Jalan (pantai) Merpati kita akan rampungkan dengan anggaran Rp 14 miliar, perkiraan Jembatan Bialo Rp 30 miliar. Anggarannya dari mana? Yang lalu-lalu juga pembagunan bisa selesai, semoga kembali ada dari langit," kata Andi Utta sapaan Muchtar Ali Yusuf.

Selain Jembatan Bialo, lanjut Andi Utta, beberapa bangunan monumental lainnya juga akan dirampungkan. Seperti bangunan Pasar Sentral dan Pasar Tanete di Kecamatan Bulukumpa, dengan harapan ekonomi dan daya beli masyarakat Bulukumba semakin meningkat.

"Termasuk kolam parkiran (labuh) yang luasnya 10 hektar bisa rampung lewat bantuan anggaran pemerintah provinsi, sehingga lebih banyak kapal bisa bersandar dan bisa meningkatkan ekonomi," tambahnya.

Diketahui, Pembangunan Jembatan Bialo sempat dianggarkan untuk tahap keempat pada tahun 2021, dengan total anggaran sekira Rp 30 miliar. Namun pandemi Covid-19 yang melanda, anggarannya dialihkan ke pembangunan lain.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bulukumba, Sapriadi, juga mengatakan, dalam program pembangunan Jembatan Bialo dilakukan revitalisasi desain. Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan fungsi jembatan yang sebelumnya hanya sebagai jalur alternatif menjadi kawasan jembatan wisata.

"Tetap ada anggaran untuk kegiatan, tapi kegiatannya itu untuk redesain," paparnya.

Selain itu, pembangunan jembatan tersebut juga akan dipaketkan dengan pembangunan tanggul penahan ombak. Begitu pun pembukaan jalur sepanjang kurang lebih 5 kilometer mulai dari Jalan Menara, Bintarore hingga Pelabuhan Leppe.

Berdasarkan rencana tersebut, proyek tersebut ditaksir memakan anggaran sebesar kurang lebih Rp200 miliar. Olehnya, Pemerintah Kabupaten Bulukumba rencananya akan membangun proyek tersebut menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

"Saat ini sementara kita usulkan anggaran ke pemerintah pusat dan direspon dengan baik. Kalau usulan itu diterima maka tahun 2024 akan dikerjakan," harap Sapriadi.(**)

  • Bagikan

Exit mobile version