Sah Jadi Profesor Farmakologi Pertama di Universitas Malahayati, Prof Taruna: Saya Bangga!

  • Bagikan

BANDARLAMPUNG, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID  -- Ketua Konsil Kedokteran di Indonesia (KKI), Prof dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D dikukuhkan sebagai guru besar tetap Bidang Farmakologi Pertama di Fakultas Kedokteran, Universitas Malayati Bandarlampung, Rabu 9 November 2022. Dengan mengajarkan Ilmu Farmakologi, Penelitian Farmakologi, Translation Medicine, Gene and Cell Therapy, Neuro Farmakologi, Cardiovascular Farmakologi , Pengukuhan Prof Taruna Ikrar berdasarkan SK Mendikbud Ristek No. 64672/MPK.A/KP.07.00/2022.

Prof Taruna sudah memenuhi syarat untuk meraih gelar guru besar tetap sesuai peraturan perundang-undangan. Termasuk pengesahan angka kredit penilaian sebesar nilai 850 Kum, berasarkan penilaian utama hasil penelitian. Selain itu, lama masa mengajar, dan pengabdian masyarakat telah memenuhi syarat.

Rektor Universitas Malahayati Bandarlampung, Dr. Achamd Farich, dr., MM dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Prof. Taruna.

“Guru Besar atau profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi”. ucap Rektor.

Berdasarkan, persyaratan kredensial, kepakaran, dan karya-Karya, Prof Taruna Ikrar, berdasarkan SINTA meraih sebagai Predikat Top 1% ilmuwan yang berpengaruh didapatkan dari jumlah 6.000 ilmuwan bergelar profesor, 45.000 ilmuwan bergelar Doktor, serta 250.600 dosen yang terdaftar di Sinta Kemendikbud.

Parameter yang digunakan adalah jumlah sitasi, jumlah karya ilmiah yang terindeks di SCOPUS dan Google Scholar, WoR, H-Index, dan jumlah karya berdasarkan Q1, Q2, Q3, Q4.

Berdasarkan kalkulasi tersebut, Prof dr Taruna Ikrar, M.Biomed, PhD masuk pada ilmuwan Top 1% tersebut dan menempati peringkat rangking 1.

Sinta itu sendiri adalah indeks Sains dan Teknologi milik Kemendikbud Ristek Dikti yang memberikan akses pada sitasi pada keahlian-keahlian di Indonesia. Akses ini berbasis web yang dapat diakses dengan cepat, mudah, dan komprehensif untuk mengukur kinerja peneliti, institusi, dan jurnal di Indonesia.

Berdasarkan laman resmi Sinta Kemendikbud, Prof. Taruna Ikrar, menduduki peringkat pertama pada afiliasi dan merupakan peringkat kesepuluh pada ranking 3 tahun afiliasi. Peringkat ini ditentukan oleh publikasi yang terindeks Scopus beserta sitasi Scopus dan Google Scholar.

Tercatat bahwa Prof. Taruna Ikrar, telah secara rutin melakukan penelitian yang dipublikasi dan terindeks Scopus sejak tahun 2006. Sedangkan sitasi Google Scholar tercatat sejak tahun 2007 yang mana sitasi paling tinggi berada pada tahun 2021 dengan total 187 sitasi.

Namun, secara keseluruham, penelitian dan jurnal yang telah dilakukan Taruna dan yang telah terindeks telah disitasi sebanyak 763 kali melalui Scopus dan 1.262 kali melalui Google Scholar. Sedangkan H-Index Taruna yang tertera pada laman Sinta Kemendikbud menunjukkan angka 13 dari Scopus dan 17 dari Google Scholar.

H-Index itu sendiri merupakan indeks yang mengukur produktivitas dan dampak dari karya atau hasil penelitian seorang ilmuwan.

Ketua Yayasan Alih Teknologi DR. H. Rusli Bintang, mengatakan yayasan berdiri pada tanggal 27 Agustus 1993 dan disahkan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.02/D/0/1994 pada tanggal 28 Januari 1994. Ia bersyukur Universitas Malahayati melahirkan Prof Taruna Ikrar yang merupakan sosok dokter, ilmuwan, dan pengajar yang merupakan pakar pada bidang farmakologi, kardiologi, dan neurosains yang pengalaman serta penelitiannya telah diakui secara internasional.

Sebagai seorang akademisi, prestasi Prof Taruna Ikrar, harus diukur berdasarkan capaian publikasi ilmiahnya. Salah satunya, untuk skala nasional, capaian publikasi ilmiah para dosen diukur menggunakan SINTA INDEX, sebuah metrik capaian publikasi ilmiah yang dibuat oleh Kemdikbud.

Taruna Ikrar memang merupakan sosok akademisi dan ilmuwan yang sangat kredibel kaliber internasional, dengan lama karirnya sebagai dosen dan peneliti sudah hanya 14 tahun, capaian H-INDEX SCOPUS-nya telah mencapai nilai lebih dari 10. Untuk para akademisi negara-negara maju, H-INDEX SCOPUS-nya rata-rata bernilai lebih dari 20.

“Tidak mudah menjadi seorang Profesor, berbagai persyaratan dengan kuantitas dan kualitas tertentu yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Rektor pun berpesan kepada para dosen, agar terus melanjutkan studinya sampai mendapatkan gelar Doktor.

Penyerahan SK Guru Besar di gelar di Ruang Rapat, Gedung Rektorat Universitas Malahayati Bandarlampung, Rabu (9/11/2022). Acara ini dihadiri Pembina Yayasan Alih Teknologi, Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor IV beserta Dekan, Ka.Prodi, dan para pejabat civitas akademika Universitas Malahayati. Tak luput pula, Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc.

Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D dalam sambutannya mengatakan, ini suatu kehormatan besar bukan hanya kepada saya, tentunya juga untuk Universitas Malahayati.

“Saya yakin Universitas Malahayati yang mempunyai empat pilar, pilar pendidikan, pilar pengabdian masyarakat, pilar penelitian dan pilar spiritual, akan mengangkat harkat dan kepentingan nasional dan global,” ujarnya.

“Kampus ini merupakan kampus paripurna dan Universitas Malahayati yang sempurna, karena mencakup bukan hanya dunia tapi sampai akhirat,” sambungnya.

“Jaya Universitas Malahayati, bangga kami menjadi bagian dari Universitas ini,” tutup Prof. Taruna. (rls)

  • Bagikan