Penjualan Produk Turun Drastis, Gerakan Boikot Produk Pro Israel

  • Bagikan

BULUKUMBA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID -- Gerakan boikot produk pro Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina turut menggema di Kabupaten Bulukumba.

Atas gerakan tersebut sejumlah produk yang dianggap hasil produksi perusahaan yang mendukung Israel sudah mulai tidak laku di pasaran.

Seperti sejumlah produk Unilever yang dipasarkan di sejumlah ritel modern di Kabupaten Bulukumba, banyak yang tidak laku meski ritel modern sudah membanting harga.

Berdasarkan pantauan RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID di salah satu ritel modern, produk Unilever salah satunya sabun cuci piring merk Sunlight hanya terpajang di keranjang promo namun tidak dilirik oleh konsumen.

Sebelum gerakan boikot itu menggema, Sunlight merupakan produk sabun cuci piring yang paling diminati dan paling laku di ritel modern tersebut.

Kini meski pihak ritel modern telah membanting harga yakni dari harga 18 ribu rupiah per kemasan besarnya menjadi 10.500 rupiah namun tetap tidak diminati.

Tidak hanya Sunlight, begitu juga dengan produk Danone salah satunya air kemasan Aqua, penjualannya turun drastis setelah digelorakannya gerakan boikot.

Salah satu kelompok masyarakat melakukan gerakan boikot produk Israel di Kabupaten Bulukumba yakni Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba.

Awal Raja, salah satu aktivis AGRA Bulukumba menjelaskan boikot produk pro Israel merupakan gerakan yang digelar secara serentak di Indonesia.

Menurut Awal, Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumen terbesar di dunia, jika gerakan boikot produk pro Israel masif dilakukan maka akan berdampak terhadap perekonomian Israel serta negara yang mendukungnya.

Gerakan boikot produk pro Israel dilakukan untuk memberikan tekanan tidak hanya secara politik namun juga secara ekonomis kepada Israel itu sendiri maupun negara-negara imprealis yang mendukung Israel.

"Tentu kita ketahui produk-produk yang kita blokir ini merupakan produk dari negara imprealis yang turut mendanai peperangan yang menyebabkan genosida terhadap warga Palestina," jelas Awal.

Awal berharap gerakan boikot produk pro Israel terus berlanjut dan semakin massif dilakukan di Indonesia termasuk di Kabupaten Bulukumba. (*)


  • Bagikan