Caleg Petahana Terancam Tak Lolos, Pengamat; Didasari dari Kinerja

  • Bagikan
Foto: Prof. Firdaus Muhammad. (Mad)

BANTAENG, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID — Sejumlah Calon Legislatif (Caleg) pendatang baru berpontesi lolos ke parlemen, petahan terancam tersingkir.

Dari hasil real count KPU, update 19 Februari, progres 462 dari 596 TPS (77.52 persen) yang diakses melalui website pemilu2024kpu.go.id, dibeberapa dapil (daerah pemilihan) di Bantaeng, Caleg pendatang baru mampu menggaet suara lebih tinggi dari Caleg petahana.

Contohnya saja di Dapil 1 Bantaeng-Eremerasa, dari hasil real count KPU Progres: 120 dari 183 TPS (65.57 persen) 19 Februari 2024, partai PPP petahana DPRD Bantaeng, Asriudy Asman sementara meraih 683 suara, sedangkan Caleg pendatang baru Andi Ramlah mampu meraih 1.130 suara.

Sementara persaingan ketat antara Caleg pendatang baru dan petahana dari partai Golkar di Dapil 2 Bissappu, Sinoa dan Ulu Ere, berdasarkan real count KPU Progress: 166 dari 190 TPS (87.37 persen) update 19 Februari 2024, Caleg petahana Marwani meraih 1.882 suara, sementara Caleg pendatang baru Muhammad Said meraih 2.286 suara, sedangkan Reski Wijaya meraih suara 2.713 suara.

Dari hasil real count KPU, update 20 Februari 2024, Progress: 1105 dari 2143 TPS (51.55 persen), menujukkan perolehan suara sementara untuk DPRD Sulsel Dapil IV, sejumlah petahana ternacam tidak lolos.

A. Sugiarti Mangun Karim yang merupakan petahana dari partai PPP sekaligus Ketua DPC PPP Kabupaten Bantaeng, sementara memperoleh 5.744 suara.

Sedangkan Hamsyah Ahmad figur Caleg pendatang baru, memperoleh sementara 10.020 suara. Diketahui Hamsyah Ahmad saat ini menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Bantaeng (2019-2024) dari fraksi partai PPP.

Sementara di partai Nasdem Dapil IV DPRD Sulsel, petahan H. Ady Ansar sementara memperoleh 9.603 suara, sedangkan Caleg pendatang baru, Sri Dewi Yanti sudah memperoleh 11.346 suara. Diketahui Sri Dewi Yanti merupakan istri mantan Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin.

Sementara menurut, pakar ilmu politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof. Firdaus Muhammad, salah satu penyebab figur Caleg petahana terancam tumbang, itu kata dia, karena  masyarakat menginginkan figur baru, dan strategi Caleg pendatang baru dinilai cukup efektif.

“Hal itu mencerminkan penilaian masyarakat terhadap petahana, tampaknya masyarakat inginkan figur baru. Tentu strategi komunikasi politik pendatang baru lebih efektif dalam membangun citra diri dan pendekatannya membangun jejaring dengan masyarakat,” kata guru besar ilmu politik UINAM, kepada RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID, Selasa 20 Februari 2024.

Selain itu, kata Prof. Firdaus Muhammad, bahwa  masyarakat telah menilai dari hasil kinerja figur petahana.

“Pilihan masyarakat didasari dari kinerja mereka. Masyarakat yang menilai dan memilih,” tambahnya. (mad/has/b)

  • Bagikan