Rela Tinggalkan Keluarga untuk Bakti Sosial

  • Bagikan
Relawan Sosial Mandiri Bulukumba saat mendampingi salah satu pasien yang membutuhkan uluran tangan.

Masyarakat rentan mulai dari anak yatim, jompo, penderita penyakit, pasien tanpa aminduk dan jaminan kesehatan, hingga orang tidak memiliki rumah, telah dibantu oleh RSM Bulukumba.

Mereka bergerak serentak, mencari masyarakat rentan sosial. Ada yang didapat dari media sosial ada pula yang berbasis pelaporan masyarakat.

Uniknya, RSM ini adalah lembaga yang tidak memiliki struktur namun mereka tetap terorganisir dalam menjalankan tugas pendampingan sosial secara sukarela.

Jumlah relawan yang tergabung dalam RSM sudah sekitar 86 orang dari bermacam-macam profesi yang ada di Bulukumba, mereka hanya terkoneksi melalui jaringan smartphone di Group WhatsApp.

Kurnia, salah satu dari anggota RSM, saat dijumpai RADAR SELATAN ia tengah mempersiapkan diri untuk ke Kota Makassar, tentu dengan agenda mengantar salah satu pasien bernama Inayah berusia 11 tahun, anak yatim yang telah didampingi RSM sejak 2021 karena penyakit atresia ani atau tak memiliki lubang anus.

“Inayah akan menjalani kontrol perdana di Rumah Sakit Akademis Jaury Makassar,  pasca operasi penutupan stoma atau lubang anus buatan pada perut,” kata Kurnia yang ditemui di salah satu Warung Kopi di Kabupaten Bulukumba, Selasa, 10 Mei 2022.

Selain Inayah, Kurnia, juga mendampingi Triyono, yang adalah warga kurang mampu dengan penyakit HB rendah dan ambeien akut untuk menjalani perawatan di RS Wahidin Sudirohusodo.

Aktivitas Uni sapaan Kurnia memang sehari-hari ia habiskan untuk menjalani peran sebagai relawan sosial, sampai-sampai ia lupa kapan persisnya RSM tempat dia dan orang-orang baik lainya berhimpun jadi satu itu mulai terbentuk.

Yang Uni ingat RSM digagas oleh Andika Mappasomba, seorang aktivis sosial yang kini berstatus sebagai Komisioner Komisi Infomasi Publik (KIP) Bulukumba.

RSM kata Uni, terbentuk berawal dari banyaknya masyarakat rentan sosial  seperti kurangnya adminitrasi kependudukan, dan orang sakit yang berhenti pengobatannya karena tidak punya biaya, mereka membutuhkan uluran tangan.

Bukan karena tidak punya kesibukan, namun menolong orang sudah menjadi jalan hidup Uni meski harus meninggalkan suami dan anaknya di rumah.

Begitupun dengan Andika, punya kesibukan, namun menurutnya sudah menjadi fitrah manusia sebagai mahluk sosial saling tolong menolong antar sesama. Membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan.

RSM, paparnya, non struktural, non alamat, non rekening. Setiap pendampingan memiliki satu penanggungjawab tersendiri hingga sembuh.

Penyalurannya meniru asas bantuan yang dilakukan olah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menyerahkan bantuan kepada Mustahik atau orang-orang yang berhak menerima zakat.

Andika mengajak masyarakat lainnya untuk turut serta dalam kerja-kerja relawan sosial, semakin banyak yang berjuang semakin baik.

  • Bagikan