Basok Lewa : Pengembangan UMKM di Selayar Masih Terdapat Hambatan

  • Bagikan

SELAYAR, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Kepulauan Selayar Drs. H. Basok Lewa mengungungkapkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak perekonomian yang handal dan keberadaannya sangat diperhitungkan.

Menurutnya UMKM memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian suatu daerah, yang dapat menyerap tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi masalah ketenagakerjaan serta kemiskinan.

Meski demikian , lanjut Basok Lewa, jika ditelusuri lebih jauh, selama ini pengembangan UMKM masih terdapat hambatan dan masalah sehingga pengembangannya belum begitu sesuai dengan diharapkan. Antara lain masalah yang dihadapi UMKM dalam keberlangsungan usahanya, terutama dari pemahaman bagaimana meramu sebuah pemasaran yang baik sehingga pertumbuhan usaha dapat berlangsung continue dan optimal.

Hal ini disampaikan oleh H. Basok Lewa dalam sambutan dan arahannya saat membuka bimbingan teknis (bimtek) Pengembangan Usaha melalui Digital Marketing, yang diinisiasi oleh Bidang Litbang berkerjasama dengan Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Kepulauan Selayar, di Bahuluang Room Rayhan Square Hotel, Rabu (12/10).

Bimtek ini berlangsung dua hari 12-13 Oktober 2022 yang dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK diwakili oleh Ketua DWP Selayar Nur Meity Mesdiyono sekaligus mewakili dari Dekranasda.

Sementara Ketua panitia pelaksana, Kabid. Litbang Bappelitbangda Nasruddin. T menyampaikan bahwa era digital seperti saat ini, hampir semua kegiatan manusia dibantu dengan berbagai macam kecanggihan teknologi. Salah satunya dalam hal pemasaran. Kegiatan pemasaran atau promosi sebuah produk atau merek tertentu dengan menggunakan media digital dengan tujuan menarik konsumen secara cepat dikenal dengan istilah Digital Marketing. Digital Marketing akhirnya dapat membangun, meningkatkan, dan mempertahankan brand suatu bisnis secara online disemua Platform Digital dengan lebih mudah.

Nasruddin juga melaporkan, ada 30 peserta yang mengikuti bimtek tersebut, terdiri dar para pelaku UMKM, masing-masing berasal dari binaan Tim Penggerak PKK, binaan Dekranasda, dan pelaku UMKM lainnya yang berasal dari berbagai desa/ kelurahan.

Sementara materi inti yang disampaikan, selain terkait kebijakan pemerintah tentang pengembangan usaha dan jiwa kewirausahaan dari Kepala Bappelitbangda, disampaikan pula testimoni dan kiat-kiat keberhasilan dari pelaku usaha yang telah Go Online yakni Owner Anjoroku Art saudara Nur Kamar Syam.

Narasumber utama yang dihadirkan adalah trainer bersertifikasi nasional saudara Muh. Faqih Faturrahman, Direktur Frame Insight Indonesia, yang menyampaikan pokok-pokok materi Mindset Digital Marketing untuk Promosi, Optimasi Google My Business, Facebook Personal Branding, dan Selling on WhatsApp, serta praktek langsung penggunaan dan pemanfaatan.

Dibagian akhir sempat diberikan kesempatan memberikan kesan kepada peserta yang mengikuti Bimtek Digital Marketing ini. Nur Hidayat Hamzah, pelaku UMKM dari Desa Patilereng mengatakan bahwa Bimtek semacam ini adalah sesuatu yang sangat baru bagi kami, namun sesuatu yang sangat menarik dan sangat dibutuhkan oleh UMKM terkait peningkatan promosi dan penjualan produk UMKM.

"Menjadi jelas apa yang kemudian akan dilakukan pasca pelaksanaan Bimtek ini," ungkapnya.

Sementara Yuliana Suriati owner usaha Madu Mas memberikan kesan bahwa dia mendapatkan ilmu baru yang sangat bermanfaat, ilmu yang langsung fokus kepada peningkatan kemampuan mengembangkan usaha terkhusus pemasaran, dan ke d├ępannya berharap tetap dilaksanakan hal semacam ini untuk mengatasi masalah lain dalam hal pengembangan usaha. (Im)

  • Bagikan