Gowa Akan Tiru Pelayanan Publik di Azerbaijan dan Uzbekistan

  • Bagikan

GOWA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID----Pemerintah Kabupaten Gowa terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, lebih dekat dan lebih cepat kepada masyarakat. Terbukti usai mengunjungi Azerbaijan dan Uzbekistan dalam rangka studi tiru pelayanan publik mendampingi Menpan RB, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan akan mengadopsi beberapa hal yang bisa diimplementasikan di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Gowa.

"Dua negara ini merupakan pelayanan publik terbaik di dunia, sehingga setelah kami mengunjungi itu memang sangat luar biasa dan langsung dibawah pengawasan presiden serta yang bertanggungjawab adalah Menpan RB negara tersebut, sehingga koordinasi disana sangat baik dan terintegrasi secara keseluruhan, dan dari kunjungan itu kita akan mencontoh enam di MPP Gowa," ungkapnya, saat mengunjungi pembangunan MPP Gowa di Jalan Hos Cokroaminoto, Selasa 17 Oktober 2023.

Salah satu yang akan dicontoh kata Adnan yakni di pintu masuk/utama akan menampilkan display UMKM unggulan Kabupaten Gowa, sehingga masyarakat yang datang bisa mengetahui produk-produk unggulan yang ada di Kabupaten Gowa.

Kemudian akan menyediakan kantin agar masyarakat yang menunggu tidak bosan, bahkan di setiap sudut dilengkapi TV layar besar untuk mengetahui nomor antrian yang berjalan sehingga walaupun mereka berada di kantin, masyarakat bisa mengetahui antrian yang berjalan.

"Ini sebagai cara agar masyarakat yang datang di MPP memperoleh pelayanan banyak informasi yang akan mereka ketahui termasuk UMKM kita, lalu saya meminta menyediakan kantin ini tiada lain supaya mereka tidak bosan dan tentu akan dilengkapi dengan tv yang memonitor nomor antrian yang sedang berjalan," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memilih mana pelayanan yang bisa cepat selesai dan sedikit lama, dimana untuk pelayanan paling cepat akan selesai maksimal 3 jam dan paling lama 3 hari, dan ini akan dibuatkan SOP nya dan ditampilkan agar masyarakat yang datang juga mengetahui bahwa jenis pelayanan yang dibutuhkan membutuhkan waktu berapa lama.

"Jadi tidak boleh lebih dari 3 jam (cepat) dan 3 hari (lama). Ini gunanya MPP untuk mempercepat pelayanan. Sehingga saya meminta SKPD terkait segera kelompokkan pelayanan mana yang membutuhkan waktu paling lama dan paling cepat," tegas Adnan.

Lebih lanjut, pihaknya juga meminta agar petugas yang bekerja di MPP terlebih dulu dilakukan pelatihan agar bisa lebih ramah, sopan, dan sabar dalam menghadapi masyarakat yang datang. Menurutnya salah satu keberhasilan dari pelayanan adalah petugas yang bekerja di lokasi tersebut.

"Akan dibuatkan SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang masuk dan dirincikan dalam pakta integritas yang ditandatangani oleh petugas yang bekerja di MPP, jadi nanti yang bertugas setelah pelatihan akan didampingi dan diawasi dulu, apakah sudah sesuai dengan SPM dan pakta integritas yang ditandangani, dan jika ada laporan dari masyarakat 3 kali berturut-turut misalnya kurang ramah dll itu akan kita evaluasi, karena akan ada aplikasi kepuasan publik terhadap pelayanan MPP," katanya.

Selain itu, dirinya akan menggaet startup seperti gojek, grab, shopee, bukalapak, tokopedia dll untuk memberikan bimbingan kepada UMKM Gowa agar bisa segera mendigitalisasikan produknya dan bisa diketahui oleh masyarakat luas diluar Kabupaten Gowa.

"Akan disiapkan ruangan khusus untuk klinik UMKM dalam MPP, dimana nantinya akan digunakan sebagai tempat bimbingan atau pelatihan kepada UMKM Gowa, dan kita akan bekerjasama dengan beberapa platform untuk mendigitalisasikan seluruh UMKM Unggulan Gowa," urai orang nomor satu di Gowa ini. (***)

  • Bagikan